Showing posts with label Dunia Antariksa. Show all posts
Showing posts with label Dunia Antariksa. Show all posts

Friday, July 8, 2011

Nasib Astronot NASA Tanpa Pesawat Ulang Alik

ISS bound: The Soyuz TMA-21 spacecraft lifts off aboard a Soyuz-FG rocket booster from the Baikonur cosmodrome in Kazakhstan on Tuesday. It docked at the ISS earlier today

ISS bound: The Soyuz TMA-21 spacecraft lifts off aboard a Soyuz-FG rocket booster from the Baikonur cosmodrome in Kazakhstan on Tuesday. It docked at the ISS earlier today






Menyusul pensiunnya para astronot AS, pesawat ulang alik Space Shuttle Atlantis juga akan dilengserkan Juli ini. Artinya, NASA tak akan punya kendaraan lagi ke luar angkasa.

Space Shuttle Atlantis adalah pengorbit terakhir Space Shuttle aktif dalam armada pesawat ulang-alik milik National Aeronautics and Space Administration (NASA), spaceflight dan badan eksplorasi antariksa AS. Sebagai Space Shuttle operasional keempat dan terakhir yang dibangun perusahaan Rockwell International di California Selatan pada April 1985, Atlantis sudah tidak bisa digunakan lagi karena memasuki masa pensiun.

Misi terakhirnya adalah STS-135, penerbangan terakhir sebelum program Shuttle berakhir. Penerbangan akhir ini disahkan oleh Presiden pada Oktober 2010, untuk membawa pasokan tambahan ke ISS dan mengambil beberapa hal dari sebuah proses untuk misi Launch on Need, yang hanya akan diterbangkan bila awak Endeavour membutuhkan penyelamatan.

Sebagai penggantinya, AS sedang membangun pesawat luar angkasa untuk perjalanan manusia, yang saat ini baru mencapai titik render artisnya. ‘Kendaraan kru multi tujuan’ ini disebut-sebut cocok digunakan mengunjungi asteroid pada 2025 ini .

Namun, untuk tetap menjalankan aktivitas di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), astronot AS akan menumpang pada pesawat kapsul ruang angkasa Rusia, Soyuz. NASA sendiri membayar agensi luar angkasa Rusia untuk mendapat kursi di Soyuz. Selama beberapa tahun, kapsul Soyuz bertanggung jawab membawa dan mengembalikan awak ISS.

ISS, stasiun ruang angkasa yang sebenarnya laboratorium yang mengorbit, terus menjadi rumah enam awak dari salah satu negara yang memiliki program luar angkasa. Masa tugas mereka disana yakni enam bulan. Tiap tiga awak akan menggantikan awak lainnya per tiga bulan.

Selain membawa awak, Soyuz selama ini juga telah melayani lebih dari sekadar menjadi truk pengiriman. “Ada misi berawak ke ISS untuk mengirim pasokan dan kargo. Namun, pesawat itu bukanlah untuk tinggal, “ ujar humas NASA untuk operasi ruang angkasa Joshua Buck.

Awak ISS di masa depan juga akan berlatih bersama di Johnson Space Center di Houston, seperti yang pernah dilakukan sebelumnya. Kemudian, mereka menyelesaikan pelatihan di Rusia sebelum meluncur bersama Soyuz dari Kazakhstan di Asia Tengah.

Buck menuturkan, pergeseran untuk penerbangan Soyuz ini sebenarnya bukanlah perombakan besar bagi astronot AS. “Astronot NASA dan Eropa serta Jepang telah terbang ke ISS menaiki Soyuz selama beberapa tahun,” katanya.

Kerjasama antara badan luar angkasa AS dan Rusia juga sudah terjalin sejak lama. Pada Juli 1975 misalnya, pesawat ulang alik Apollo dan sistem peluncur Soyuz berangkat bersama ke luar angkasa. Soyuz bertugas mengambil gambar, sedangkan Apollo mengorbit.

Selain itu, AS-Rusia juga sempat bekerja sama dalam Shuttle Mir Program, yakni program kolaborasi yang melibatkan pesawat ulang alik AS berkunjung ke MIR Rusia. Di sini, astronot Rusia naik di shuttle AS, sebaliknya, astronot AS naik di Soyuz. Tujuannya adalah agar astronot AS belajar pengalaman ruang angkasa Rusia.

Adapun terkait pengurangan jumlah astronot NASA yang diperlukan untuk perjalanan antariksa, humas Johnson Space Center Nicole Cloutier-Lemasters mengatakan, astronot tambahan yang sebelumnya telah berlatih di misi pasokan ISS akan mengambil peran lain berbasis darat seperti membantu penelitian dan desain kendaraan NASA masa depan .

“Karena ada semacam waktu penting untuk misi masa depan, ada banyak terobosan dan ada banyak hal yang harus dilakukan selama pekerjaan awal,” kata Cloutier-Lemasters. Jadi, beberapa astronot kami akan mendukung awak di kantor, meninjau desain seperti desain panel instrumen, dan memberi umpan balik, lanjutnya.

Penugasan lain dari astronot adalah, “Dipindah ke posisi lain di badan itu,” tutupnya. [ast]



One last hurrah: Atlantis blasts off for the International Space Station on Nasa's last space shuttle mission

One last hurrah: Atlantis blasts off for the International Space Station on Nasa's last space shuttle mission

Up, up and away: The shuttle almost didn't get off the ground though, as the giant countdown clock at Kennedy Space Center stuck at 0.31seconds for what seemed like an eternity

Up, up and away: The shuttle almost didn't get off the ground though, as the giant countdown clock at Kennedy Space Center stuck at 0.31seconds for what seemed like an eternity

Just as the spectators at Cape Canaveral in Florida and tens of millions of television viewers around the world had given up hope, Atlantis began to rise Just as the spectators at Cape Canaveral in Florida and tens of millions of television viewers around the world had given up hope, Atlantis began to rise




sumber :http://teknologi.inilah.com/read/detail/1660982/nasib-astronot-nasa-tanpa-pesawat-ulang-alik

astronomi Akhirnya Terungkap Juga, Durasi 1 Hari di Planet Neptunus



Dengan melacak beberapa fitur tertentu di atmosfir, peneliti berhasil melakukan pengukuran akurat pertama terhadap periode rotasi planet Neptunus. Ternyata, satu hari di planet itu berlangsung tepat selama 15 jam, 57 menit dan 59 detik.

http://www.cosmosmagazine.com/files/imagecache/news/files/news/20110704_Neptune-features_web.preview.jpg

Temuan ini memperkaya pengetahuan kita seputar hal yang fundamental di Neptunus dan menyediakan pula mekanisme untuk memahami bagaimana massa planet itu didistribusikan. Seperti diketahui, Neptunus merupakan planet raksasa yang terbuat dari gas.

“Neptunus memiliki dua fitur yang memungkinkan untuk dipantau oleh Hubble Space Telescope yang tampaknya mengatur rotasi interior dari planet tersebut,” kata Erich Karkoschka, ilmuwan dari Lunar and Planetary Laboratory, University of Arizona, seperti dikutip dari Cosmos Magazine.

Karkoschka menambahkan, fitur seperti ini, tidak pernah dijumpai di planet gas raksasa lainnya.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-Cv6h0UMw8A1EjPoysPdmUvnCmc_ITigpNvTLnb6Fv_JLFEMnpq0Flv6OT-_WW0jW-2lZTHHGLylt9u6gncYnNMpew7ko3OF6J2gvcsl8CrUxZ6byXoyHqmrP_8hS48atGMQqHxDwOSIi/s400/Neptune.jpg

Untuk mencari tahu berapa durasi satu hari di planet itu, Karkoschka mengukur putaran Neptunus dengan mengamati dua fitur yang terlihat mata milik atmosfir planet tersebut.

Ia kemudian mengukur garis bujur di antara setiap gambar yang ditangkap lalu menentukan interval waktu antara observasi dan menyediakan informasi periode putaran.

Berhubung Neptunus telah berotasi sekitar 10 ribu kali dalam 20 tahun terakhir, Karkoschka dapat mengetahui secara akurat periode putaran dengan melacak fitur-fitur ini dalam jangka waktu tersebut.

Hasil penelitian ini merupakan peningkatan pengetahuan yang signifikan terhadap rotasional planet gas sejak pertamakali Giovanni Cassini berhasil mendapati bintik merah planet Jupiter, pada 350 tahun lalu.

Saat ini di kalangan ilmuwan sendiri tampak muncul konsensus bahwa temuan Karkoschka memang akurat. Menurut Craig O’Neill, ilmuwan antariksa dari Macquarie University, Australia, temuan Markoschka seputar periode fitur milik atmosfir Neptunus tepat.

“Selain itu, Karkoschka juga menunjukkan bahwa di kawasan kutub, kecepatan angin lebih rendah dibanding di khatulistiwa,” ucap O’Neill. “Pertanyaan besar berikutnya adalah, bagaimana caranya itu bisa terjadi,” ucapnya.




sumber :http://www.apakabardunia.com/2011/07/akhirnya-terungkap-juga-durasi-1-hari.html

Thursday, July 7, 2011

Gas Sulfur, Salah Satu Tanda Keberadaan Alien


Molekul gas sulfur atau belerang bisa menjadi penanda adanya alien atau setidaknya kehidupan mikro. Demikian diungkapkan Renyu Hu, pelajar doktoral Ilmu Keplanetan di MIT, dalam American Astronomy Society Meeting di Boston. Pendapat tersebut didasari fakta adanya kehidupan berbasis sulfur di Bumi.

http://assets.kompas.com/data/photo/2011/05/23/1321392620X310.jpg

Diketahui, banyak mikroba memakai senyawa sulfur untuk menghasilkan energi, persis seperti cara manusia menghasilkan energi dengan bantuan oksigen.

Hu membuat simulasi guna meyakinkan orang terhadap pendapatnya. Ia membuat sebuah model planet yang berada di zona layak huni di sistem bintang mirip Matahari. Planet itu kaya nitrogen seperti Bumi, tetapi memiliki kandungan sulfur 1.000 kali lebih besar dari Bumi.

Menurut Hu, kehidupan berbasis sulfur di permukaan planet mengeluarkan sisa gas hidrogen sulfida (H2S). "Hidrogen sulfida dari permukaan punya dampak besar pada komposisi atmosfer suatu planet," kata Hu seperti dikutip Physorg.

Jika atmosfer suatu planet memiliki kadar H2S yang tinggi, maka bisa jadi planet tersebut memiliki kehidupan. H2S memang sulit dideteksi oleh astronom. Namun, H2S berlebih menyebabkan banyaknya sulfur aerosol yang bisa dideteksi dengan inframerah atau cahaya tampak.

Meski pendapat Hu masuk akal, fakta membuktikan bahwa hingga saat ini belum ditemukan planet ekstra surya (di luar tata surya) yang berpenghuni di sistem bintang yang mirip dengan Matahari. Dengan demikian, pendapat Hu masih perlu dikaji.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhsLuS52aRGpgHdANWIBu3wPUP4MagyFYSF1bliv9ZaZCQZYJK8ZqwvXTb-LwlAhml0JIMez9Vwupku8mW3jICsNhJRnho-phWS251Iu19AxdEzryj8YU_qZjfQ9Gz4WO66-ITRHHeh4Tw/s1600/alien.jpg

Hu sendiri memperingatkan bahwa sulfur belum tentu menjadi tanda kehidupan. Bisa saja sulfur tersebut adalah hasil dari aktivitas vulkanik di planet tertentu. "Kami masih harus mengkaji asumsi ini secara menyeluruh," kata Hu.

Menurut Hu, H2S juga bukan satu-satunya gas yang bisa menjadi tanda kehidupan. "Kami ingin melihat sebanyak mungkin gas yang ada di atmosfer Bumi dan mengkaji apakah gas itu bisa menjadi penanda kehidupan," urai Hu. Hu melakukan eksperimennya kali ini bersama rekannya, Sara Seager dan William Baines.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFi_0Q5ND9eFZWCgAjDedXAocC9dTH2Fda4rmmnsgOnnigQsULvJTMaReUVgCRl4Tm9X4Uwr_ylH57YGmO4AHtShJoPz6GF6Mr16Nx54IhEe2a00HL5go1610U7SWR0yTpeeH00oGlDTgO/s1600/alien9.jpg



http://misteridunia.files.wordpress.com/2008/10/grey_alien.jpg




sumber :http://haxims.blogspot.com/2011/07/gas-sulfur-salah-satu-tanda-keberadaan.html